Tepatnya 1 Tahun 4 Bulan yang lalu, saya mendaftarkan diri. Waktu itu kebetulan sedang ada promo dan dapat paket Matrix (prefix 0815-) dan Matrix Broadband (prefix 0814-) tanpa modem. Karena modem sudah beli terpisah (beli dari teman) dengan pertimbangan waktu itu semua modem di lock oleh masing-masing provider, jadi dengan alasan kebebasan, dibelilah terpisah.
Untuk Matrix Broadband perlu waktu hampir 7 hari kerja sampai kartu dapat digunakan. Sedangkan yang Matrix justru langsung dapat digunakan cukup 1 hari saja , kartu inilah yang saya pakai pertama untuk test koneksi. Berlokasi di kawasan Tebet (yang notabene ramai oleh pemakaian sinyal telepon), kecepatan koneksi rata-rata bisa dibilang menakjubkan (maklum, belum pernah secepat itu sih), stabil di angka 1.8 Mbps – 2.4 Mbps. Saat itu seorang rekan yang berlokasi di Mangga Dua justru dapat angka mentok 3.6 Mbps. Wow. Kecepatan koneksi ini terus berlangsung saat saya pakai kartu Matrix Broadband. Terus ngebut, sampai-sampai saya kewalahan (sama billing tagihan), yang selalu tembus jauh dari tarif promo 150 ribu/bulan untuk3 pertama.
Cukup 6 bulan saya terpuaskan oleh koneksi ini, sampai kemudian di bulan ke-7 koneksi melambat, lambat, sampai akhirnya 0 (istilah teman saya: bengong). Beruntung teman marketing Indosat mau membantu, bersama seorang rekannya (yang lebih mengerti masalah saya) datang kekantor. Uji dengan 2 laptop + 2 modem berbeda, menghasilkan 1 kesimpulan yang sama = bengong. Faktor banyaknya pemakai dalam kawasan Tebet divonis bersalah dalam memperlambat koneksi data.
Lanjut terus, sampai genap 1 Tahun, kecepatan koneksi tercatat fluktuatif, dari angka tertinggi (2 Mbps) sampai angka terendah (0 Mbps). Tapi toh bukan ini yang menjadi kekhawatiran saat itu. Mantapnya koneksi dalam angka 100-200 Kbps, lebih mengejutkan. Ada apa ini? Sedangkan indikator koneksi komputer dan modem sama-sama menunjukkan kode HSDPA. Misteri ini belum terpecahkan oleh saya, sampai sekarang.
Sekarang?
Saya lebih sering pakai koneksi Indosat Broadband saat di rumah (lokasi Jakarta Timur) dengan koneksi rata-rata 800 Kbps – 1 Mbps. Lebih sering dipakai saat perlu kecepatan saja. Toh tarif promo sudah jauh terlewat, sekarang harus membayar 375 ribu / 1 GB kuota. Mau ditutup? Saya masih pikir-pikir alternatif penggantinya.
Untuk harian, saya pakai paket yang Unlimited (masih dari Indosat Broadband 3G). Tapi harap dicatat, yang unlimited itu kuota nya yah, bukan kecepatan koneksi. Yang ini akan saya review kemudian, setelah speed kembali normal di reset.
Salam.